3 Comments

Destinasi-destinasi Wisata Ter-Ideal Saat Winter di Jepang

Liburan saat matahari sedang hangat ketika summer ataupun spring sudah biasa banget ya apalagi kita tinggal di negara tropis dengan sinar matahari yang kadang sampai luber-luberan. Pengin deh liburan yang nggak biasa dan menuntut untuk beradaptasi dengan suhu serta cuaca yang kita, eh saya sama sekali belum pernah mencobanya. Wah, bakalan seru dan menantang niy jika liburan saat musim dingin. Salah satu musim yang tak dimiliki Indonesia. Woaaah, udah terbayang gimana serunya rebahan di atas hamparan salju sambil maen lempar-lemparan bola salju. Oke oke oke fixed bahwa liburan kali ini adalah mendekap winter (apa banget coba).
Well, the season checked, what about the destination? Pekerjaan maha penting berikutnya adalah menentukan destinasi liburan yang pastinya harus punya salju dan tentunya sesuai dengan budget. Nah nah nah, pas banget Tokyo Rail Days Indonesia sedang ada promo untuk destinasi wisata ke Jepang, tapi saya maunya yang gratis saja karena Tokyo Rail Days Indonesia dan Bblog ID akan mewujudkannya utuk saya. Ya itu juga kalau saya menang lomba blog My Ideal Winter Vacation siy, ehhehe (*nyengir cantiiik). Info lengkap tentang Tokyo Rail Days dan juga JR-East dianjurkan banget untuk cek di website dan facebooknya ya. Monggo: Continue reading

Advertisements


Leave a comment

Tumis Kangkung, Lele Goreng dan Sambal Bawang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hari ini masaknya sore aja, badan sedang tak bersahabat setelah ngeronda semalam suntuk (berasa dalang dong eikeh, hahhahaa). Dan resep yang mau saya bagi adalah resep hari minggu lalu. Iyesss, saat matahari mulai nampang dengan kegagahan maksimal dan berasa kaya mau luber. Panas yang cetar aduhai. Namanya juga emak-emak ya, panas tak terkira adalah surga untuk menggelar lapak penjemuran. Pakai segala macam dijemurin mulai dari duo bawang, kacang tanah, kerupuk, selimut hingga tak luput pasukan bantal. Yang pasti gak jemur diri kok, sadar banget bahwa saya bukan bule yang semakin lama dijemur akan semakin eksotis kulitnya melainkan semakin lama berjemur semakin gosonglah jadinya saya.

Yuk ah cuss ke resep aja, ala ala nyaris seafood tapi ga jadi karena ikannya bukan ikan laut. Hahhaha. Well, let’s cook:
TUMIS KANGKUNG TERASI
Bahan:
3 ikat kangkung | 13 buah cabe merah keriting | 2 sdm minyak
Bumbu:
5 butir bawang merah | 3 siung bawang putih | 1 sendok teh terasi bakar (saya suka berasa terasinya) | 1 sdm kecap manis | gula garam secukupnya | air kurleb 125 ml
How to cook:
Panaskan minyak, tumis irisan duo bawang hingga harum lalu masukkan cabe, aduk sebentar hingga cabe agak layu.
Masukkan kangkung, aduk rata. Masukkan garam, gula, kecap dan terasi, aduk rata.
Tuang air, aduk dan tunggu hingga mendidih.
Koreksi rasa, angkat, selesai.

LELE GORENG
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bahan:
5 ekor lele | jeruk nipis | minyak goreng
Bumbu dihaluskan:
3 siung bawang putih | 1 sdt ketumbar | 1 ruas kunyit | 1 ruas jahe | garam
How to cook:
Cuci bersih lele lalu lumuri dengan air perasan jeruk nipis, diamkan 15 menit lalu cuci hingga bersih. Sisihkan.
Haluskan semua bumbu halus, oles merata pada lele, diamkan minimal 30 menit. Lebih bagus lagi diamkan dalam kulkas selama 1 jam agar bumbu benar-benar meresap.
Panaskan minyak yang banyak, lalu goreng lele hingga matang. Saya lebih suka lele yang digoreng garing.

SAMBAL BAWANG

SAMSUNG CAMERA PICTURESbahan:
19 butir cabe rawit merah | 2 siung bawang putih | garam
How to cook:
Haluskan semua bahan, lalu siram dengan minyak panas sisa goreng lele.

Ini maemnya nasinya jangan terlalu panas, nikmatnya makan sambal terutama sambal bawang adalah nasi dingin atau hangat cenderung dingin. Lalapannya tinggal ditambahin sendiri ya, saya pakai labu siam rebus saja. Itadakimasu…. 😀

Note:
Menggoreng ikan minyak harus banyak  (kecuali jika ikannya digrill) dan wajan betul-betul panas agar ikan tidak nempel di wajan dan tidak menimbulkan perang dunia ke III di dapur anda. Minyak yang sedikit membuat minyak justru akan menyerang kita dengan sombongnya, maka minyaknya yang agak banyak ya, at least yang digoreng terendam dalam minyak, istilah bulenya si deep fried gitu katanya. Uehheheee…. 😀


Leave a comment

Bahagianya Memasak Capcay Sewajan Under 25 K

My favrit dish, makanya sering banget bikin beginian, hehhehee

My favorit dish, makanya sering banget bikin beginian, hehhehee

Almost end of the month yaaa. Februari tahun ini hanya 28 hari, jadi yang berulang tahun tanggal 29 mau pilih dirayakan hari ini atau tanggal 1 Maret, silakan pilih. Anyway happy birthday yaaaa.
Mumpung masih pagi, masih jamnya sarapan, kita ngomongin tentang yang cuucok untuk segala keperluan dan suasana. Iyesss, capcay saudara-saudara. Capcay ini nggak pernah komplain mau diposkan untuk sarapan, makan siang ataupun makan malam, bahkan morning brunch pun juga oke. Bahkan posisinya sebagai lauk ataupun main menu pun dia tetap hayuk aja, sesuai-sesuai aja kok. Karena komposisinya yang terdiri dari banyak banget sayur dan protein hewani juga, capcay ini cukup bisa mengenyangkan perut. Yep, as you know, cap cay insist of carrot, pokcoi, broccoli, cauli flower, chicken, etc. What a healthy dish.
Dan pagi ini saya dikejutkan dengan capcay sewajan (diameter 30 cm) dengan belanjaan di bawah 25 ribu, wediih berasa mau ada arisan. Hahahaaa. Yuk langsung ke menunya aja.

Bahan:
3 buah wortel (2000) | 15 buah buncis (3000) | 2 bonggol sawi (2000)
1 bonggol kembang kol (3000) | 1 bungkus jamur kuping (4000)
Ayam kurang dari 250 g (5000) | 5 buah sosis (5000) | Air 450 ml
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu:
1 buah bawang bombai ukuran sedang, iris memanjang atau sesuai selera
5 siung bawang putih, iris halus | 1 sdm kecap ikan
4 sdm saus tiram | 2 sdm kecap manis | Gula dan garam | Lada bubuk

How to cook:
Potong-potong semua bahan. Sisihkan.
Panaskan minyak, tumis irisan bawang bombay dan bawang putih hingga bawang bombai transparan. Kalay saya lebih seneng ada yang agak gosong dari bawang putihnya.
Masukkan ayam, aduk hingga ayam matang lalu masukkan semua sayuran kecuali sawi.
Aduk sebentar lalu masukkan pasukan persausan – saus tiram, kecap, minyak ikan- dan gula, garam serta lada bubuk.
Aduk rata lalu masukkan air atau kaldu.
Tunggu hingga mendidih dan matang, koreksi rasa. Masukkan sawi, lalu tuang tepung maizena yang sudah dicairkan.
Jika ingin kuahnya sedikit, tunggu hingga air menyusut baru tuang tepung maizena cair.

Daaan jadi deh sewajan iniiii, selamat makaaan…. 😀

Ini sudah diambil sebagian, masih bisa untuk makan siang dan makan malam booook

Ini sudah diambil sebagian, masih bisa untuk makan siang dan makan malam booook


4 Comments

Jalan-jalan Sore Murce di Banjir Kanal Timur

Menjelang sunset di BKT

Menjelang sunset di BKT

Jalan-jalan sore apalagi pas hari minggu itu sudah bagian dari mainstream. Dan mainstream ini makin diminati sekali, terbukti dengan tetap macet cet cet ya ibukota kita ini di hari libur kerja dan sekolah. Duuuh, padahal saya juga termasuk yang menyumbang kemacetan, maafkeun yaaaak maafkeun. Maka, sekarang ini, jalan-jalan sore seolah sudah menjadi life style, gaya hidup. Iya ga siy? Iya aja ya biar cepat. Nah, semenjak pindah tempat tinggal ke daerah yang berjarak lumayan dekat dengan BKT, semenjak itu pulalah saya menjadi salah satu yang terjangkit gelora jalan-jalan sore. Jadi, ke BKT aja nyooook…
BKT? Dimana?

BKT berjasa mengurangi banjir Jakarta

BKT berjasa mengurangi banjir Jakarta

Sudah pernah dengar Banjir Kanal Timur Jakarta? Nah, disingkat jadi BKT kaaan. Bisa dibilang BKT ini perfect place to mingle.  Inilah alasannya:

1. Gudangnya taman
Sepanjang BKT Pondok Kopi hingga Kalimalang, kalau nggak salah saya menangkap ada 3 taman yaitu taman UT dan yang dua lagi lupa namanya (CMIIW yaaa). Tersedia juga jalan khusus untuk pengguna sepeda. Banyak pephonan juga lhoh, udaranya adem sejuk. Syafiq yang baru bisa jalan senang banget diajak kemari. Kalau sore banyak yang jogging (dan pacaran juga siy). Ohiyes, saking panjangnya track, maka pemandangan serta level crowd dari setiap distrik pun beda-beda. Tinggal menyesuaikan maunya mood aja.
2. Saya menyebutnya festival layang-layang kecil-kecilan

Look at the crowd, and the kites above....

Look at the crowd, and the kites above….

Ini di hari minggu sore dengan cuaca cerah (entah di hari lain). Tepatnya di BKT dekat flyover Kalimalang, ratusan layang-layang mengudara saling serang. Hahaha, kayaknya dimana-mana memainkan layang-layang itu untuk bisa memutus benang layang-layang lawan  ya, iya ga siy? *digetok berjamaah*. Tak punya layang-layang? Tak perlu kuatir, banyak penjual layang-layang lengkap dengan perlengkapannya kok. Harga layang-layang mulai 2500 rupiah saja, murce kaaan. Atau kalau mau yang gratis, silahkan mengejar layang-layang yang lepas dari empunya, buanyak jugaaaa lhooooo. Oiya, kebetulan banget ada jet lewat boook,hahhahaaa norak yaaa..

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bisa lihat ekornya?

Masih kelihatan kan

Masih kelihatan kan

masih tertangkap mata kan ekornya

masih tertangkap mata kan ekornya

3. Pasar dadakan yang setiap sore, setiap hari buka

Pasarnya ada di sisi sebelah kiri

Pasarnya ada di sisi sebelah kiri

Ya kecuali kalau hujan siy. Semacam pasar kaget tapi nggak ngagetin keberadaannya karena setiap hari ada. Sepanjang BKT Pondok Kopi hingga Kalimalang pun masih kesana lagi. Ohiyes, ibuibu yang belum belanja sayur, tak perlu repot, available banget buuuu sayur yang masih seger-seger. Sawi, tomat, cabai, bawang, buncis, euuuh bawaannya pengen ngeborong deh kalau lihat sayur yang fresh dan seger-seger.
4. Kuliner pun menjamur
Yang ini tentu iyes banget. Mau dari yang kaki lima hingga duduk manis ria dengan disuguhi live music ala cafe pun tersedia. Tinggal pilih, mulai kerang tutut (khas BKT banget kayanya, hahaha) seblak yang lagi hits banget, serabi, nasi uduk yang ngantrinya bikin geregetan sampai cendol juga ada.
5. Sarana kopdar komunitas
Mau kopdaran yang budget friendly? Ke BKT ajjaaah *sales tak dibayar*. Dan komunitas-komunitas ini akan menjamur saat hari libur terutama minggu sore.
6. Ada tontonan gratis
Nah kalau yang ini entah kebetulan merekanya latihan unjuk kebolehan atau kitanya aja yang mengira atraksi mereka sebagai tontonan, bwahahaha. Jadi ada semacam atraksi free style dengan motor gitu (bener ga siy sebutannya). Kalau ini venuenya pas di pintu air.

For me, jembatan ini cukup iconic. Ada yang tahu namanya?

For me, jembatan ini cukup iconic. Ada yang tahu namanya?

Jika hendak kesana disarankan bersepeda saja atau paling nggak pakai motor. Lebih okeh lagi jalan ajaaa, kalau dekat lho ya (jiahhahaaa). Karena mobil dipastikan bakalan mager. Macet booook.

Kesimpulan saya:

(+) BKT recommended jika ingin menghabiskan sore hari bersama keluarga dengan murah dan meriah (yes dong). Untuk kopdar komunitas pun okeh banget.

(-) Tempat sampah seperti tidak berfungsi, sampah masih bertebaran dimana-mana. Di beberapa tempat nampak pasangan-pasangan berjejer di atas kendaraan dan sebagainya, terus terang ini membuat saya risih dan gak nyaman,


4 Comments

Steak Abal-abal yang Praktis-Mudah-Cepat-Sehat

steak tempe 1

Ini menu kami seminggu lalu. Super gampang dan gak menuntut repot. Sebenarnya nggak niat masak karena dua anggota keluarga sedang melancong ke luar kota, terus si babe pulang malam pula. Tinggal berdua sama anak lanang deh, wah mager nemenin maen aja deh, nggak menuhin spatula dengan sidik jari deh. Akhirnyaaaaa, datang juga waktu untuk saya sedikit lebih santaiiii buibuu *mari selonjoran*.
Etapi kok ya gimana gitu ya nggak bersentuhan dengan panci pisau penggorengan nyaris sehari (ealaaah, sentuhan mah sama kasur kaleee, empuk). Okelah daripada menyimpan rindu menggebu sama para panci, nyok ah kita masak aja. Masih edisi malas masak, maka bikin yang praktis saja. Dan pilihan jatuh kepada steak tempe. Praktis tinggal cemplung saja..

Bahan:
Tempe setengah papan | 10 buah kacang buncis, potong jadi dua | 1 buah wortel ukuran besar, potong memanjang membentuk stick | 1 brokoli, potong per kuntum lalu rendam dalam air garam | 5 buah sosis potong sesuai selera |  3 buah kentang, kupas lalu potong wedges.
Bumbu sauce:
Seperempat butir bawang bombai, potong panjang | 2 siung bawang putih, rajang halus | 1sdm saus tiram | 1 sdm kecap manis | kecap ikan dan gula | lada | sedikit air sesuai selera | 1 sendok teh tepung maizena larutkan dengan 1 sendok makan air
How to cook:
Panaskan teflon, beri minyak sedikit saja lalu grill kentang, tempe, sosis bergantian. sisihkan.
Didihkan air, beri sedikit garam lalu rebus sayuran secara bergantian. Cukup direbus sebentar saja ya. Akan lebih bagus bila dikukus, tak banyak gizi yang terbuang. Angkat.
Sauce:
Tumis bawang bombay dan putih hingga harum, masukkan sisa bahan. Aduk terus hingga agak mengental.

Result: 2 porsi untuk emak dan anak sajo

Note: untuk sauce akan lebih endang gurindang bila memakai sauce sambal dan atau saus tomat. Lebih nendang. Tapi karena untuk toddler, yang pedes-pedes di skip dulu.

Selamat pagiiiiii, selamat menyiapkan sarapan.

 


6 Comments

Nikmatnya Menyeruput Kuah Asem-Manis-Pedas Pindang Patin

Pindang Patin

Saat saya kecil, sepulang sekolah saya paling rajin berantakin dapur ibu saya. Karena ibu saya belum pulang dari kerja, jadi lebih leluasa dong ini itunya. Iyessss, saya berlagak bak seorang chef yang sering saya lihat di acara masak setiap hari minggu di TVRI. Booook, jaman dahulu kala bisa lihat TVRI pun sudah menghibur sekali kaaaan. Dulu saya nggak bisa masak, rumusnya adalah sok tahu ditambah hasil mantengin tv selama setengah jam di acara masak memasak itu. Ohiya, bagi saya masakan yang enak itu jika banyak memakai rempah-rempah, jadilah semua masakan saya masukin bumbu dapur dengan takaran super asal. Semakin banyak semakin enak. Termasuk tumis yang sama sekali nggak akan enak jika ditambah serai, kunyit dll, pun saya cemplungin tanpa kira-kira. Hahahaaa, terbayang bukan gimana rasanya.
Ternyata kegagalan mencipta rasa enak dalam masakan makin membuat penasaran saya menggunung. Kok pada bisa masak enak tapi aku nggak, kenapaaaaa?!!!! *teriak pake TOA*. Ternyata masak itu tak serumit yang saya kira, mula-mula saya tanya sana sini termasuk ibu juga bapak tentang bumbu masak suatu masakan. Tak cukup satu orang karena saya ingin mencari perbandingan bumbu. Ternyata benar, menggoreng tempe pun beda-beda buibuuuuu. Ibu saya selalu menggoreng tempe or tahu dengan bumbu bawang putih, ketumbar dan garam. Tetangga saya ada yang hanya garam saja, ada yang di tambah bawang putih. Beda kan, nah kalau anda?
Singkat cerita, saya suka memasak dan pada awalnya sayapun bukan orang yang bisa masak. Jadi, memasak itu menyenangkan dan ikuti saja alur rasa dari masakan yang diciptakan. Pelan-pelan, rasa akan menemui penikmatnya.
Ceritanya panjang yaaaa, nah menunya juga nggak panjang-panjang amat kok. Hari ini saya masak pindang patin. Langsung cuz ke menunya yuuuuk…

Bahan:
1 ekor ikan patin, potong jadi lima lalu lumuri dengan air jeruk nipis | 1 buah tomat merah
3 ikat kemangi | 15 butir cabe rawit utuh | 3 lembar daun salam
2 buah serai | 1 ruas jahe | gula dan garam | air 450 ml
3 mata asam jawa, cairkan dengan 2 sdm air | 4 sdm kecap manis

Bumbu dihaluskan:
7 butir bawang merah | 5 siung bawang putih
1 ruas jahe | 1 ruas kunyit
7 buah cabe merah keriting, bila suka pedas boleh ditambah cabe rawit

How to cook:
Sangrai bumbu halus terlebih dahulu hingga harum lalu haluskan.
Didihkan air bersama bumbu halus dan daun salam, serai serta lengkuas.
Masukkan ikan patin, gula, garam, kecap, tomat, dan cabe rawit. Tunggu hingga mendidih kembali.
Masukkan asam jawa, koreksi rasa.
Terakhir masukkan daun kemangi tepat sebelum api dimatikan.

Result:
4 porsi

Rasanya asem manis pedas. Karena ini untuk baby juga jadi cabenya nggak banyak. Nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Ohiya, bagi saya nikmatnya pindang patin ini adalah menyeruput kuah di suap terakhir langsung dari mangkok. What a perfect wrap. Trust me, it’s worth trying. Itadakimasu!


2 Comments

Ngebaksooooo

bakso baksoooooTernyata rabu masih syahduuuu, air langit masih menetes rapat dan rapi. Teratur. Meski tak serapat hari senin lalu, judulnya tetep ga berubah. Tetap hujan. Yep, rainy wednesday.

Artinya apaaaah? Perut tetap tak menolak yang hangat, berkuah dan tentunya panaaaas. Apalagi pedaaas. Wah, gak sanggup bilang nggak deh.

Jadiii, demi kemaslahatan dan kedamaian perut, yok mariii kita ngebakso. Bikin sendiri aja lah ya, ga ribet kok.

Bahan:

Bakso 15 butir | Tahu putih 1 blok, potong dadu. Pakai tahu kulit lebih enak lagi sayanya lagi ga ada stok | Sawi hijau, sesuai selera, potong seukuran 2 centi | Toge, sesuai selera | Daun bawang+ seledri, rajang halus | Bawang goreng | air 1,5 liter

Bumbu:

Satu genggam bawang putih, kurleb 12 siung |  lada bubuk secukupnya | garam | gula | Minyak untuk menumis bawang

How to cook:

Didihkan air, sementara itu tumis bawang putih. Saya cukup digeprek saja karena pengin kuahnya bening dan tidak keruh. Kalau inginnya dihaluskanpun tak masalah.

Masukkan bawang yang sudah di tumis ke dalam air yang mendidih, lalu masukkan daun bawang dan seledri. Tunggu 5 menit.

Masukkan bakso dan tahu. Lalu garam, gula, dan lada.

Tunggu hingga matang, koreksi rasa, dan matang deeeeh.

Selesai.

Plating: untuk 4 porsi lebih dikit

Tata toege, siram dengan kuah bakso. Tambahkan sambal dan saus serta kecap. Siap disantaaaap.

P.S. oiya, bakso hari ini tiada berteman mie and or bihun. Sedang malas ngrebusnya. Ehheheee. Bon appetite. 🙂