Leave a comment

Ayam Goreng Berselimut Sambal

ayam goreng selimut sambalWoaaa. Very very loooooong time no see. Kesibukan ini itu menenggelamkan aktifitas mengiris bawang saya. Setelah sibuk bebenah karena harus pindah tempat tinggal, saya langsung ditenggelamkan dengan urusan pekerjaan dan anak lanang bahkan ke dapurpun belum sanggup maksimal (ciaelaah). Yaah, kalau diturutin sibuk mah memang gak bakalan deh kepegang nguprek di dapur plus ngubek-ubek ini blog, tapi kerinduan ini terlanjur menggebu (ejialaaaah). Setiap kali nyur-nyuri waktu buat ngeblog selalu mata ini nggak sanggup menahan katup. Ngantuk tak terkira, buibuuuu…….

Dan hari ini saya kembaliiii, untuk apa? Untuk apalagi kalau bukan untuk memenuhi  ruang-ruang yang mulai berambut putih dirumahi laba-laba dengan cerita kegiatan di dapur plus cerita jalan-jalan dong. Are you rediiiiih? yuuuuuk cuuuuuuzzzzz…..

Meskipun menu ini buatnya sudah lama tak terkira tapi nyatanya belum sempat dituliskan di rumah maya ini. Baru sekarang deh bisa ditulis, nggak papa kan ya, berbagi itu nggak akan pernah basi, yuuuuuk mareeeeeee…… 🙂

Saya sebenernya suka ketakribetan lho alias maunya yang praktis-praktis aja. Termasuk dalam memasak, adakalanya saya sangat ingin menggunakan sedikit tenaga dan waktu untuk sibuk di dapur Dan menu kali ini termasuk salah satunya. Mudah dan gak ribet kok. Masak yuuuuuuuk…..

Ayam Goreng Selimut Sambel

Bahan:

Setengah ekor ayam, potong jadi 8 atau sesuai selera | Tepung bumbu serba guna |

Bumbu dihaluskan:

7 butir bawang merah | 3 siung bawang putih | 11 buah cabe merah keriting | 9 buah cabe rawit | satu buah tomat | 1 sdt terasi | garam dan gula merah secukupnya | 3 sdm minyak goring untuk menumis

How to cook:

– Cuci bersih ayam, lalu baluri dengan air jeruk nipis dan garam. Seteah kurleb 15 menit, cuci hingga bersih.

– Celupkan ayam ke dalam adonan tepung, goreng dalam minyak panas dengan api sedang cenderung kecil agar ayam matang luar-dalam. Atau kalau mau ribet, rebus ayam terlebih dahulu untuk memastikan ayam matang bagian dalamnya dan tak perlu waktu lama saat menggoreng karena bias menggunakan api sedang tanpa kuatir ayam belum matang.

– Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang. Koreksi rasa, masukkan ayam yang telah digoreng dengan tepung, aduk hingga rata, angkat.

– Selesai

Praktis dan mudah bukaaaaan? Gak ribet plus nglawuhi lho karena sambalnya sudah sekalian sepaket dalam ayam. Jadilah ayam goreng saya berselimut sambal. Selamat mencobaaaaa….

Advertisements


Leave a comment

Tumis Kangkung, Lele Goreng dan Sambal Bawang

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Hari ini masaknya sore aja, badan sedang tak bersahabat setelah ngeronda semalam suntuk (berasa dalang dong eikeh, hahhahaa). Dan resep yang mau saya bagi adalah resep hari minggu lalu. Iyesss, saat matahari mulai nampang dengan kegagahan maksimal dan berasa kaya mau luber. Panas yang cetar aduhai. Namanya juga emak-emak ya, panas tak terkira adalah surga untuk menggelar lapak penjemuran. Pakai segala macam dijemurin mulai dari duo bawang, kacang tanah, kerupuk, selimut hingga tak luput pasukan bantal. Yang pasti gak jemur diri kok, sadar banget bahwa saya bukan bule yang semakin lama dijemur akan semakin eksotis kulitnya melainkan semakin lama berjemur semakin gosonglah jadinya saya.

Yuk ah cuss ke resep aja, ala ala nyaris seafood tapi ga jadi karena ikannya bukan ikan laut. Hahhaha. Well, let’s cook:
TUMIS KANGKUNG TERASI
Bahan:
3 ikat kangkung | 13 buah cabe merah keriting | 2 sdm minyak
Bumbu:
5 butir bawang merah | 3 siung bawang putih | 1 sendok teh terasi bakar (saya suka berasa terasinya) | 1 sdm kecap manis | gula garam secukupnya | air kurleb 125 ml
How to cook:
Panaskan minyak, tumis irisan duo bawang hingga harum lalu masukkan cabe, aduk sebentar hingga cabe agak layu.
Masukkan kangkung, aduk rata. Masukkan garam, gula, kecap dan terasi, aduk rata.
Tuang air, aduk dan tunggu hingga mendidih.
Koreksi rasa, angkat, selesai.

LELE GORENG
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bahan:
5 ekor lele | jeruk nipis | minyak goreng
Bumbu dihaluskan:
3 siung bawang putih | 1 sdt ketumbar | 1 ruas kunyit | 1 ruas jahe | garam
How to cook:
Cuci bersih lele lalu lumuri dengan air perasan jeruk nipis, diamkan 15 menit lalu cuci hingga bersih. Sisihkan.
Haluskan semua bumbu halus, oles merata pada lele, diamkan minimal 30 menit. Lebih bagus lagi diamkan dalam kulkas selama 1 jam agar bumbu benar-benar meresap.
Panaskan minyak yang banyak, lalu goreng lele hingga matang. Saya lebih suka lele yang digoreng garing.

SAMBAL BAWANG

SAMSUNG CAMERA PICTURESbahan:
19 butir cabe rawit merah | 2 siung bawang putih | garam
How to cook:
Haluskan semua bahan, lalu siram dengan minyak panas sisa goreng lele.

Ini maemnya nasinya jangan terlalu panas, nikmatnya makan sambal terutama sambal bawang adalah nasi dingin atau hangat cenderung dingin. Lalapannya tinggal ditambahin sendiri ya, saya pakai labu siam rebus saja. Itadakimasu…. 😀

Note:
Menggoreng ikan minyak harus banyak  (kecuali jika ikannya digrill) dan wajan betul-betul panas agar ikan tidak nempel di wajan dan tidak menimbulkan perang dunia ke III di dapur anda. Minyak yang sedikit membuat minyak justru akan menyerang kita dengan sombongnya, maka minyaknya yang agak banyak ya, at least yang digoreng terendam dalam minyak, istilah bulenya si deep fried gitu katanya. Uehheheee…. 😀


Leave a comment

Bahagianya Memasak Capcay Sewajan Under 25 K

My favrit dish, makanya sering banget bikin beginian, hehhehee

My favorit dish, makanya sering banget bikin beginian, hehhehee

Almost end of the month yaaa. Februari tahun ini hanya 28 hari, jadi yang berulang tahun tanggal 29 mau pilih dirayakan hari ini atau tanggal 1 Maret, silakan pilih. Anyway happy birthday yaaaa.
Mumpung masih pagi, masih jamnya sarapan, kita ngomongin tentang yang cuucok untuk segala keperluan dan suasana. Iyesss, capcay saudara-saudara. Capcay ini nggak pernah komplain mau diposkan untuk sarapan, makan siang ataupun makan malam, bahkan morning brunch pun juga oke. Bahkan posisinya sebagai lauk ataupun main menu pun dia tetap hayuk aja, sesuai-sesuai aja kok. Karena komposisinya yang terdiri dari banyak banget sayur dan protein hewani juga, capcay ini cukup bisa mengenyangkan perut. Yep, as you know, cap cay insist of carrot, pokcoi, broccoli, cauli flower, chicken, etc. What a healthy dish.
Dan pagi ini saya dikejutkan dengan capcay sewajan (diameter 30 cm) dengan belanjaan di bawah 25 ribu, wediih berasa mau ada arisan. Hahahaaa. Yuk langsung ke menunya aja.

Bahan:
3 buah wortel (2000) | 15 buah buncis (3000) | 2 bonggol sawi (2000)
1 bonggol kembang kol (3000) | 1 bungkus jamur kuping (4000)
Ayam kurang dari 250 g (5000) | 5 buah sosis (5000) | Air 450 ml
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu:
1 buah bawang bombai ukuran sedang, iris memanjang atau sesuai selera
5 siung bawang putih, iris halus | 1 sdm kecap ikan
4 sdm saus tiram | 2 sdm kecap manis | Gula dan garam | Lada bubuk

How to cook:
Potong-potong semua bahan. Sisihkan.
Panaskan minyak, tumis irisan bawang bombay dan bawang putih hingga bawang bombai transparan. Kalay saya lebih seneng ada yang agak gosong dari bawang putihnya.
Masukkan ayam, aduk hingga ayam matang lalu masukkan semua sayuran kecuali sawi.
Aduk sebentar lalu masukkan pasukan persausan – saus tiram, kecap, minyak ikan- dan gula, garam serta lada bubuk.
Aduk rata lalu masukkan air atau kaldu.
Tunggu hingga mendidih dan matang, koreksi rasa. Masukkan sawi, lalu tuang tepung maizena yang sudah dicairkan.
Jika ingin kuahnya sedikit, tunggu hingga air menyusut baru tuang tepung maizena cair.

Daaan jadi deh sewajan iniiii, selamat makaaan…. 😀

Ini sudah diambil sebagian, masih bisa untuk makan siang dan makan malam booook

Ini sudah diambil sebagian, masih bisa untuk makan siang dan makan malam booook


4 Comments

Steak Abal-abal yang Praktis-Mudah-Cepat-Sehat

steak tempe 1

Ini menu kami seminggu lalu. Super gampang dan gak menuntut repot. Sebenarnya nggak niat masak karena dua anggota keluarga sedang melancong ke luar kota, terus si babe pulang malam pula. Tinggal berdua sama anak lanang deh, wah mager nemenin maen aja deh, nggak menuhin spatula dengan sidik jari deh. Akhirnyaaaaa, datang juga waktu untuk saya sedikit lebih santaiiii buibuu *mari selonjoran*.
Etapi kok ya gimana gitu ya nggak bersentuhan dengan panci pisau penggorengan nyaris sehari (ealaaah, sentuhan mah sama kasur kaleee, empuk). Okelah daripada menyimpan rindu menggebu sama para panci, nyok ah kita masak aja. Masih edisi malas masak, maka bikin yang praktis saja. Dan pilihan jatuh kepada steak tempe. Praktis tinggal cemplung saja..

Bahan:
Tempe setengah papan | 10 buah kacang buncis, potong jadi dua | 1 buah wortel ukuran besar, potong memanjang membentuk stick | 1 brokoli, potong per kuntum lalu rendam dalam air garam | 5 buah sosis potong sesuai selera |  3 buah kentang, kupas lalu potong wedges.
Bumbu sauce:
Seperempat butir bawang bombai, potong panjang | 2 siung bawang putih, rajang halus | 1sdm saus tiram | 1 sdm kecap manis | kecap ikan dan gula | lada | sedikit air sesuai selera | 1 sendok teh tepung maizena larutkan dengan 1 sendok makan air
How to cook:
Panaskan teflon, beri minyak sedikit saja lalu grill kentang, tempe, sosis bergantian. sisihkan.
Didihkan air, beri sedikit garam lalu rebus sayuran secara bergantian. Cukup direbus sebentar saja ya. Akan lebih bagus bila dikukus, tak banyak gizi yang terbuang. Angkat.
Sauce:
Tumis bawang bombay dan putih hingga harum, masukkan sisa bahan. Aduk terus hingga agak mengental.

Result: 2 porsi untuk emak dan anak sajo

Note: untuk sauce akan lebih endang gurindang bila memakai sauce sambal dan atau saus tomat. Lebih nendang. Tapi karena untuk toddler, yang pedes-pedes di skip dulu.

Selamat pagiiiiii, selamat menyiapkan sarapan.

 


6 Comments

Nikmatnya Menyeruput Kuah Asem-Manis-Pedas Pindang Patin

Pindang Patin

Saat saya kecil, sepulang sekolah saya paling rajin berantakin dapur ibu saya. Karena ibu saya belum pulang dari kerja, jadi lebih leluasa dong ini itunya. Iyessss, saya berlagak bak seorang chef yang sering saya lihat di acara masak setiap hari minggu di TVRI. Booook, jaman dahulu kala bisa lihat TVRI pun sudah menghibur sekali kaaaan. Dulu saya nggak bisa masak, rumusnya adalah sok tahu ditambah hasil mantengin tv selama setengah jam di acara masak memasak itu. Ohiya, bagi saya masakan yang enak itu jika banyak memakai rempah-rempah, jadilah semua masakan saya masukin bumbu dapur dengan takaran super asal. Semakin banyak semakin enak. Termasuk tumis yang sama sekali nggak akan enak jika ditambah serai, kunyit dll, pun saya cemplungin tanpa kira-kira. Hahahaaa, terbayang bukan gimana rasanya.
Ternyata kegagalan mencipta rasa enak dalam masakan makin membuat penasaran saya menggunung. Kok pada bisa masak enak tapi aku nggak, kenapaaaaa?!!!! *teriak pake TOA*. Ternyata masak itu tak serumit yang saya kira, mula-mula saya tanya sana sini termasuk ibu juga bapak tentang bumbu masak suatu masakan. Tak cukup satu orang karena saya ingin mencari perbandingan bumbu. Ternyata benar, menggoreng tempe pun beda-beda buibuuuuu. Ibu saya selalu menggoreng tempe or tahu dengan bumbu bawang putih, ketumbar dan garam. Tetangga saya ada yang hanya garam saja, ada yang di tambah bawang putih. Beda kan, nah kalau anda?
Singkat cerita, saya suka memasak dan pada awalnya sayapun bukan orang yang bisa masak. Jadi, memasak itu menyenangkan dan ikuti saja alur rasa dari masakan yang diciptakan. Pelan-pelan, rasa akan menemui penikmatnya.
Ceritanya panjang yaaaa, nah menunya juga nggak panjang-panjang amat kok. Hari ini saya masak pindang patin. Langsung cuz ke menunya yuuuuk…

Bahan:
1 ekor ikan patin, potong jadi lima lalu lumuri dengan air jeruk nipis | 1 buah tomat merah
3 ikat kemangi | 15 butir cabe rawit utuh | 3 lembar daun salam
2 buah serai | 1 ruas jahe | gula dan garam | air 450 ml
3 mata asam jawa, cairkan dengan 2 sdm air | 4 sdm kecap manis

Bumbu dihaluskan:
7 butir bawang merah | 5 siung bawang putih
1 ruas jahe | 1 ruas kunyit
7 buah cabe merah keriting, bila suka pedas boleh ditambah cabe rawit

How to cook:
Sangrai bumbu halus terlebih dahulu hingga harum lalu haluskan.
Didihkan air bersama bumbu halus dan daun salam, serai serta lengkuas.
Masukkan ikan patin, gula, garam, kecap, tomat, dan cabe rawit. Tunggu hingga mendidih kembali.
Masukkan asam jawa, koreksi rasa.
Terakhir masukkan daun kemangi tepat sebelum api dimatikan.

Result:
4 porsi

Rasanya asem manis pedas. Karena ini untuk baby juga jadi cabenya nggak banyak. Nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Ohiya, bagi saya nikmatnya pindang patin ini adalah menyeruput kuah di suap terakhir langsung dari mangkok. What a perfect wrap. Trust me, it’s worth trying. Itadakimasu!


2 Comments

Ngebaksooooo

bakso baksoooooTernyata rabu masih syahduuuu, air langit masih menetes rapat dan rapi. Teratur. Meski tak serapat hari senin lalu, judulnya tetep ga berubah. Tetap hujan. Yep, rainy wednesday.

Artinya apaaaah? Perut tetap tak menolak yang hangat, berkuah dan tentunya panaaaas. Apalagi pedaaas. Wah, gak sanggup bilang nggak deh.

Jadiii, demi kemaslahatan dan kedamaian perut, yok mariii kita ngebakso. Bikin sendiri aja lah ya, ga ribet kok.

Bahan:

Bakso 15 butir | Tahu putih 1 blok, potong dadu. Pakai tahu kulit lebih enak lagi sayanya lagi ga ada stok | Sawi hijau, sesuai selera, potong seukuran 2 centi | Toge, sesuai selera | Daun bawang+ seledri, rajang halus | Bawang goreng | air 1,5 liter

Bumbu:

Satu genggam bawang putih, kurleb 12 siung |  lada bubuk secukupnya | garam | gula | Minyak untuk menumis bawang

How to cook:

Didihkan air, sementara itu tumis bawang putih. Saya cukup digeprek saja karena pengin kuahnya bening dan tidak keruh. Kalau inginnya dihaluskanpun tak masalah.

Masukkan bawang yang sudah di tumis ke dalam air yang mendidih, lalu masukkan daun bawang dan seledri. Tunggu 5 menit.

Masukkan bakso dan tahu. Lalu garam, gula, dan lada.

Tunggu hingga matang, koreksi rasa, dan matang deeeeh.

Selesai.

Plating: untuk 4 porsi lebih dikit

Tata toege, siram dengan kuah bakso. Tambahkan sambal dan saus serta kecap. Siap disantaaaap.

P.S. oiya, bakso hari ini tiada berteman mie and or bihun. Sedang malas ngrebusnya. Ehheheee. Bon appetite. 🙂