Marmut: Martabak Imut yang Kiyut (Cute)

4 Comments

Martabak imut yolky-forkyKapan itu, beberapa hari menjelang tahun baru Imlek Jakarta diguyur hujan terus menerus, katanya siy kalau banyak hujan banyak berkah ya, amiiin. Beuh, itu hujan awetnya bukan main ya dari pagi sampai pagi lagi, jadilah malas kemana-mana dong karena hujannya bikin pengin tarik selimut dan ngendon di kasur aja. Tapi si perut justru menuntut lebih saat kondisi sedang hujan. Dipikir-dipikir, pengin deh bikin yang cucok sebagai teman ngopi ngeteh. Melihat bahwa persediaan terigu masih banyak, ada keju plus pisang juga, maka menu yang berhasil dipilih adalah martabak mini, saya nyebutnya martabak imut. Kebetulan juga dalam rangka mencoba wajan teflon serba guna yang dibelikan mas mantan pacar tersayang. Woaaaa, hitung-hitung pemanasan baking yaaa. Ternyata sudah nyaris 3 bulan lho saya nggak buat kue-kue teman ngeteh ngopi.
Ngomongin cemilan imut yang manis dan menimbulkan efek comot lagi dan lagi ini, awalnya saya merasa rugi ketika beli di luar dengan harga idr 2500 perbuahnya (weidiiih, ini emak-emak perhitungan amat yaaaak). Karena anak lanang (dan emaknya juga dong) doyan banget maka saya pikir kenapa nggak bikin aja toh mudah dan murah bahannya cuma dituntut sabat di dapur doang kok gak lebih. Dan lagi, bisa dapat banyak plus lebih murah lagi. Kalkulasi botos saya siy hanya keluar ongkos idr 15.000-20.000 untuk hasil kurleb 15 buah marmut. Kalau beli 15 buah itu 35.000 belum plus ongkos jalannya, buwahhahaaa. Ini irit lho ya bukan pelit, muwihihi.
Sebenarnya yang paling penting adalah saya tahu bahan yang saya gunakan bersih dan insya Allah dijamin sehat and fresh. That’s all. Nah kalau lebih hemat ya alhamdulillah dong, another bonus. Yuk ah, langsung ke resep.

Bahan:
150 gr terigu serba guna (saya pakai segitiga biru) | 1 sdt baking powder | 100 gr gula pasir, boleh dikurangi | 1 butir telur | air secukupnya | 1/2 sdt baking soda

Topping:
Margarin untuk olesan | keju parut | rice chocolate | 3 buah pisang

How to cook:
Campur semua bahan kecuali baking soda. Aduk hingga licin dan tidak bergerindil. Bila dirasa perlu, boleh disaring agar tidak ada adonan yang bergerindil.
Tutup dengan serbet bersih dan diamkan kurleb 1 jam dalam suhu ruangan.
Setelah 1 jam, panaskan teflon hingga betul-betul panas baru oles dengan margarin tipis-tipis (bila terlalu banyak, lelehan margarin akan menggenangi teflon, baiknya dilap dengan tisu atau kain bersih)
Sesaat sebelum dituang ke teflon, tuang baking soda yang sudah dicampur dengan 2 sdm air lalu aduk rata. Baru deh adonan bisa dituang ke wajan dan tekan bagian tengah dengan punggung sensok sayur untuk membentuk benteng marmut yang kokoh. Ini akan membantu topping tidak berlarian saat dihidangkan nanti.

Serving:
Result: kurleb 15 buah martabak imut (kayanya siy lebih, saya lupa).
Setelah diangkat, sewaktu bagian atas masih panas oles dengan margarin. Lalu hias dengan topping sesuka hatiiiiii. Selesai.
Ciyus deh, anak lanang saya suka sekali, saya apalagi, doyaaaan. Selamat mencobaaa.

Advertisements

4 thoughts on “Marmut: Martabak Imut yang Kiyut (Cute)

  1. kira kira berapa biaya untuk pembuatan marmut ini…. ?

    Like

  2. kalau di Malang juga ada hihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s